Kamis, 12 Nov 2009.
"Ada apa ya dengan hari dan tanggal tersebut???"
Aku tetap bertahan dengan prinsipku untuk memanjangkan rambut ini ya kalau bisa sampai saat itu tiba dimana semua keluargaku memakai kebaya. Namun, rambut ini seolah meronta tuk diperbaiki. Semua rambut yang berada dikepalaku melakukan aksi demo dengan cara merontokan diri berhelai-helai. Awalnya aksi ini tidak ku gubris, aku tetap asyik dengan rambut panjang dan poni indahku. Setiap habis keramas aku segera merawatnya dengan memberikan conditioner, vitamin, dan tonic, dengan harapan agar rambutku berhenti melakukan aksi demo tersebut.
Ternyata perlakuanku masih dirasa kurang untuk mereka, hari demi hari aksi itu terus saja berlanjut dan akupun tetap bersikeras dengan prinsipku. kuberikan mereka puji-pujian dan ku hiasi mereka, namun hasilnya tetap nihil.
"Mungkin sudah saatnya kudengarkan keluhan mereka",bisikku dalam hati.
"Jangan - jangan, apakah kau tak takut kecewa bila kehilangan mereka kelak", hatikupun membisikanku kembali. Dengan segala pertimbangan, aku tetap memegang teguh prinsipku.
"Ah..pasti nanti juga akan kembali normal,bisa saja karena memang aku lagi strez",gumamku pada diri ini.
Ku lalui hari ini tanpa merisaukan aksi tersebut. Aku bersyukur sekali dengan mahkota yang berada dikepalaku ini, aku ingin mereka tumbuh subur dan berkilau. Tidak ada kerisauan yang tumbuh dalam benakku, hingga akhirnya ku tertegun pada satu hari dimana rambutku melihatkan ketidak normalannya.
"Wah, aku harus segera berkonsultasi ke salon-salon terdekat nih",pikirku.
Pada hari kamis tanggal 12 Nov 2009 aku segera meluncur ke salon langganan ku. Aku sangat mengandalkan pengetahuannya dan menurut tukang salonnya rambutku mengalami kerusakan dan lebih baik di gunting pendek saja. Akupun menuruti perkataanya karena aku percaya dengan kelihaian tangannya pasti rambutku nanti akan jauh lebih baik dilihatnya.
Dengan bermodalkan niat dan percaya diri akhirnya kepenuhi permintaan rambutku agar mereka tidak melakukan aksi demo yang berlebihan.
10 menit berlalu dan tada..."HAH???,,kaget bukan kepalang diriku..Poni yang kubanggakan kemana dia,,mengapa jd telihat aneh spt ini,,dan rambutku yang panjang kenapa menjadi pendek sekali...!!!".
Benar-benar kecewa aku dibuatnya, dengan langkah setengah gontai ku keluar dari salon itu. Sepertinya harus beratus-ratus kali aku akan kembali kesini lagi. Ku kehilangan prinsip dengan meningginya poni ini.
-WS-
Lanjut membaca “Prinsip VS Poni” »»
Jumat, November 13, 2009
Prinsip VS Poni
Langganan:
Postingan (Atom)
